Jumat, 20 April 2012

Cara memotivasi siswa dalam belajar


MAKALAH ETIKA PROFESI
Strategi Menumbuhkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran dan Fungsi Guru dalam Memotivasi siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa’’











DisusunOleh :
  1. Khusnul Khotimah (G000100018)
  2. Ayu Wulandari (G000100024)

FAKULTAS AGAMA ISLAM - TARBIYAH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011/2012



Tugas Portofolio
ETIKA PROFESI

Diskusi Mata Kuliah Etika Profesi dilakukan pada :
Hari/tangaal: Selasa 17 April 2012
Waktu: 08.30-selesai
Tempat: Diruang Sirkulasi Perpustakaan Lantai II, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Anggota: 2 Anggota
Nama
NIM
Pembahasan
Khusnul Khotimah
G 000100018
Strategi Menumbuhkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran
Ayu wulandari
G 000100024
Fungsi Guru dalam Memotivasi Siswa terhadap Hasil Belajar

Agenda: Strategi Menumbuhkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran dan Fungsi Guru dalam Memotivasi Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa







BAB I
PENDAHULUAN 
Motivasi belajar siswa merupakan  hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat  memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya. Motivasi juga dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan insentif di luar diri individu atau hadiah.
Guru sering kali menggunakan insentif untuk memberi motivasi kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. Insentif akan bermanfaat jika mengandung tujuan yang akan memberikan kepuasaan terhadap kebutuhan psikologis anak. Oleh sebab itu guru harus kreatif dan imajinatif dalam menyediakan insentif yang tepat.
Guru sebagai personel yang menduduki sumberdaya manusia dituntut untuk terus mengikuti berkembangnya konsep-konsep baru dalam dunia kepengajaran tersebut. Yaitu salah satunya dengan metode pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan minat belajar siswa dan meminimalkan kejenuhan atau kebosanan pada siswa.










BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Motivasi
Istilah motivasi menunjuk kepada semua gejala yang terkandung dalam stimulasi tindakan ke arah tujuan tertentu di mana sebelumnya tidak ada gerakan menuju ke arah tujuan tersebut. Motivasi dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan insentif di luar diri ndividu atau hadiah. Sebagai suatu masalah di kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-minat.
Suatu prinsip yang mendasari tingkah laku ialah bahwa individu selalu mengambil jalan terpendek menuju suatu tujuan. Orang dewasa mungkin berpandangan bahwa di dalam kelas para siswa harus mengabdikan dirinya kepada penguasaan kurikulum.
Akan tetapi, para siswa tidak selalu melihat tugas-tugas sekolah sebagai jalan terbaik yang menuju ke arah kebebasan, produktivitas, kedewasaan atau apa saja yang dipandang mereka sebagai perkembangan yang disukai. Dalam hubungan ini tugas guru adalah menolong mereka untuk memilih topik, kegiatan atau tujuan yang bermafaat, baik untuk jangka panjang ataupun pendek.
Dikatakan oleh William Burton bahwa motivasi dan insentif adalah hal-hal yang disediakan oleh lingkungan atau guru dengan maksud merangsang siswa agar bekerja lebih giat dan lebih baik. Insentif dapat memuaskan atau tidak memuaskan kebutuhan individu. Insentif dapat menjadi tujuan identik dengan tujuan.
Guru sering kali menggunakan insentif untuk memberi motivasi kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. Insentif akan bermanfaat jika mengandung tujuan yang akan memberikan kepuasaan terhadap kebutuhan psikologis anak. Oleh sebab itu guru harus kreatif dan imajinatif dalam menyediakan insentif yang tepat.
Guru merupakan penggerak kegiatan belajar para siswanya.Ia harus menyusun suatu rencana tentang cara-cara melakukan tindakan serta mengumpulkan bahan-bahan yang dapat membangkitkan serta menolong siswanya agar mereka terus

melakukan usaha-usaha yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan belajar. Sebagian dari siswa yang masuk sekolah memiliki tujuan-tujuan belajar dalam pikirannya. Akan tetapi ada juga anak yang datang tanpa memilki tujuan apa-apa.
Tiap guru berusaha memotivasi semua anak dengan teknik yang sama mungkin sebagian akan tertolong, tetapi sebagian lagi tidak. Oleh karena itu, guru perlu belajar mengenai cara-cara menumbuhkan motivasi tersebut.
Adapun strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, yaitu sebagai berikut :
  1. Menjelaskan tujuan belajar mengajar.
  2. Hadiah diberikan untuk siswa yang berprestasi.
  3. Saingan/kompetisi.
  4. Pujian.
  5. Hukuman.
  6. Membangkitkan anak didik untuk belajar.
  7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
  8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual atau kelompok.
  9. Menggunakan metode yang bervariasi.
  10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

  1. Prinsip Motivasi
Prinsip motivasi disusun dalam rangka mendorong motivasi belajar para siswa disekolah. Adapun prinsip-prinsip tersebut antara lain :
  1. Pujian lebih efektif dari hukuman.
  2. Semua siswa mempunyai kebutuhan psikologis (yang bersifat mendasar) yang harus mendapat pemuasan.
  3. Motivasi Motivasi yang bersal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar.
  4. Jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan) memerlukan usaha penguatan (reinforcement).
  5. Motivasi mudah menjalar dan menyebar luas terhadap orang lain.
  6. Pemahaman yang luas tentang tujuan belajar akan merangsang motivasi.
  7. Tugas-tugas yang berasal dari diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya dari pada tugas-tugas tersebut dipaksakan oleh gurunya.
  8. Puji-pujian yang datangnya dari luar kadang-kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya.
  9. Teknik dan prosedur mengajar yang bermacam-macam efektif untuk memelihara minat siswa.
  10. Minat khusus yang dimiliki oleh siswa berdaya guna untuk mempelajari hal-hal lainnya.
  11. Kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang minat para siswa yang tergolong kurang tidak ada artinya bagi siswa yang tergolong pandai.
  12. Tekanan dari kelompok siswa umumnya lebih efektif dari pada tekanan atau paksaan dari orang dewasa.
  13. Motivasi yang tinggi erat hubungannya dengan kreativitas siswa.
  14. Kecemasan akan menimbulkan kesulitan belajar.
  15. Kecemasan dan frustasi dapat membantu siswa berbuat lebih baik.
  16. Tugas yang terlalu sukar dapat mengakibatkan frustasi.
  17. Tiap siswa mempunyai tingkat frustasi dan toleransi yang berlainan.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ialah umur, kondisi fisik dan kekuatan intelegensi. Motivasi sanagt penting karena suatu kelompok yang mempunyai motivasi akan lebih berhasil dari pada kelompok yang mempunyai motivasi (belajarnya kurang atau tidak berhasil). Dengan demikian, motivasi harus dikembangkan besdasarkan pertimbangan perbedaan individual.
Guru dewasa ini berkembang sesuai dengan fungsinya yaitu membina untuk mencapai tujuan pendidikan. guru yang penting dalam mendorong pembelajaran siswa adalah meningkatkan keinginan siswa atau motivasi untuk belajar. Untuk melakukan tugas ini, guru perlu memahami siswa dengan baik agar nantinya guru mampu menyediakan pengalaman-pengalaman pembelajaran, yang darinya siswa akan menemukan sesuatu yang menarik, bernilai, dan secara instrinsik memotivasi, menantang, dan berguna bagi mereka (Kellough, 2000).
Semakin baik guru memahami minat-minat siswa, dan menilai tingkat-tingkat keterampilan siswa, maka semakin efektif menjangkau dan mengajari mereka dan meningkatkan keinginan siswa atau motivasi untuk belajar.
Salah satu dari peran dan fungsi terpenting guru adalah meyakinkan pada siswa bahwa kita terlibat bersama mereka di setiap tantangan dan berada “dalam sudut mereka” di setiap saat dan juga melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Hal ini tentu saja membutuhkan strategi–strategi organisasional dan personal yang fokus pada nilai dan kekuatan motivasi instrinsik dan dampak positipnya pada prestasi akademik siswa. Sulit bagi siswa untuk berhasil jika mereka kekurangan motivasi untuk tetap fokus pada belajar.

















BAB III
KESIMPULAN

Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk mencapai tujuan. Guru merupakan faktor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut terutama memenuhi kebutuhan siswa.
Guru memegang fungsi dan peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, dan karenanya peningkatan mutu guru sangatlah penting. Semakin baik guru memahami minat-minat siswa, dan menilai tingkat-tingkat keterampilan siswa, maka semakin efektif menjangkau dan mengajari mereka dan meningkatkan keinginan siswa atau motivasi untuk belajar.












DAFTAR PUSTKA
http:www.bruderfic.or.id akses hari selasa tanggal 17 April 2012. Jam 11.30 WIB
Hamalik, Oemar.2000.Psikologi Belajar dan Mengajar.Bandung:Sinar Baru Algensindo
Abdurrahman, Mulyono.2003.Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.Jakarta:PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar